aku salah, ternyata rasa sayangku tidak pernah sebesar yang aku pikirkan
buktinya aku bisa bertahan tanpa hadirmu,
walaupun setiap
detiknya, aku selalu mencarimu.
Aku memang salah
telah mengatakan bahwa perasaanku teramat dalam padamu,
padahal ternyata tidak
pernah sesedalam yang ku katakan
Buktinya aku bisa
bertahan tanpa nyanyianmu,
walaupun setiap
harinya kuhabiskan dengan memutarulang rekamanmu.
Kau tahu, Aku juga
bisa tertawa dengan candaan orang lain,
Karena memang aku
salah, rasaku memang tidak pernah sebesar yang kuduga
Walaupun setiap
saatnya aku selalu berharap bisa tertawa lagi bersamamu
aku juga terkadang
bisa kagum dengan senyuman mereka diluar sana
karena memang rasaku
tidak pernah sedalam yang ku duga
Walaupun setiap
senyuman mereka selalu aku anggap tidak menarik
jika dibandingkan
dengan senyumanmu
Mestinya aku sadar,
rasaku memang tidak pernah sebesar yang ku ucapkan
Karena aku juga bisa
merindukan orang lain,
walaupun rasa rindu
itu hanya kuciptakan untuk mengurangi perasaan rinduku padamu.
Kau benar, ternyata
aku tidak pernah memiliki perasaan yang teramat dalam seperti yang kau dengar
Karena aku cukup
hanya dengan tahu kau baik-baik saja,
walaupun setiap
harinya kuhabiskan waktu untuk berpikir bagaimana cara ku bertemu denganmu
Karena aku cukup
hanya dengan tahu bahwa kau bahagia,
walaupun setiap
bahagiamu aku harap karena aku.
Ternyata aku memang
tidak pernah bisa memiliki perasaan yang terlalu besar untukmu
Karena terkadang aku
bisa berjalan sampai di pintu keluar itu,
walaupun tidak pernah bisa membukanya, ah,
maksudku tidak pernah ingin melewatinya
Karena aku sayang
kamu, walaupun tidak pernah sebesar ucapanku
Karena aku sayang
kamu, walaupun telah kau jatuhkan berkali-kali
Karena aku sayang
kamu, walaupun tidak lagi bisa ku ucapkan
Karena aku sayang
kamu, hingga aku memilih untuk tetap terjebak.


