Selasa, 20 September 2016

Tidak sebesar itu

aku salah, ternyata rasa sayangku tidak pernah sebesar yang aku pikirkan
buktinya aku bisa bertahan tanpa hadirmu,
walaupun setiap detiknya, aku selalu mencarimu.
Aku memang salah telah mengatakan bahwa perasaanku teramat dalam padamu,
padahal ternyata tidak pernah sesedalam yang ku katakan
Buktinya aku bisa bertahan tanpa nyanyianmu,
walaupun setiap harinya kuhabiskan dengan memutarulang rekamanmu.
Kau tahu, Aku juga bisa tertawa dengan candaan orang lain,
Karena memang aku salah, rasaku memang tidak pernah sebesar yang kuduga
Walaupun setiap saatnya aku selalu berharap bisa tertawa lagi bersamamu
aku juga terkadang bisa kagum dengan senyuman mereka diluar sana
karena memang rasaku tidak pernah sedalam yang ku duga
Walaupun setiap senyuman mereka selalu aku anggap tidak menarik
jika dibandingkan dengan senyumanmu
Mestinya aku sadar, rasaku memang tidak pernah sebesar yang ku ucapkan
Karena aku juga bisa merindukan orang lain,
walaupun rasa rindu itu hanya kuciptakan untuk mengurangi perasaan rinduku padamu.
Kau benar, ternyata aku tidak pernah memiliki perasaan yang teramat dalam seperti yang kau dengar
Karena aku cukup hanya dengan tahu kau baik-baik saja,
walaupun setiap harinya kuhabiskan waktu untuk berpikir bagaimana cara ku bertemu denganmu
Karena aku cukup hanya dengan tahu bahwa kau bahagia,
walaupun setiap bahagiamu aku harap karena aku.
Ternyata aku memang tidak pernah bisa memiliki perasaan yang terlalu besar untukmu
Karena terkadang aku bisa berjalan sampai di pintu keluar itu,
 walaupun tidak pernah bisa membukanya, ah, maksudku tidak pernah ingin melewatinya
Karena aku sayang kamu, walaupun tidak pernah sebesar ucapanku
Karena aku sayang kamu, walaupun telah kau jatuhkan berkali-kali
Karena aku sayang kamu, walaupun tidak lagi bisa ku ucapkan
Karena aku sayang kamu, hingga aku memilih untuk tetap terjebak.